Senin, 10 Mei 2010

Administrasi Pendidikan

Bab I
Pendahuluan
Secara umum, konsep biaya itu mulai berlaku dalm produksi barang dan jasa, dimana biaya erat kaitannya dengan transaksi yang dilakukan oleh produsen, penjual, pembeli, atau konsumen dalam bentuk uang.
Pendidikan dalam operasionalnya tidak dapat dilepaskan dari masalah biaya. Biaya pendidikan yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan pendidikan tidak akan tampak hasilnya secara nyata dalam waktu relatif singkat. Oleh karena itu, uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, masyarakat, maupun orang tua untuk menghasilkan pendidikan atau membeli pendidikan bagi anaknya harus dipandang sebagai investasi. Uang yang dikeluarkan di bbidang pendidikan sebagai bentuk investasi pada periode tertentu, di masa yang akan datang harus dapat menghasilkan keuntungan atau manfaat, baik dalam bentuk uang maupun nonfinansial.


Bab II
Pembahasan
Administrasi Anggaran / Biaya Pendidikan
A. Pengertian
Administrasi anggaran /biaya sekolah atau pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanankan dan dilaksanakan/diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh, serta pembinaan secara continue, biaya operasional pendidikan semakin efektif dan efesien, demi membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Secara garis besar kegiatannya meliputi pengumpulan/penerimaan dana yang sah(dana rutin, SPP, sumbangan BP3, donasi, dan usaha-usaha halal lainnya), penggunaan dana, dan pertanggung jawabandana kepada pihak-pihak terkait yang berwenang.
Dana yang datang/ masuk itu disebut dana masukan (input) yang kemudian setelah dilakukan perencanaan anggaran, lalu digunakan dalam pelaksanaan proses/operasional pendidikan, dan akkhirnya dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku bersama hasil usaha (output) yang dihasilkan.
Biaya operasional pendidikan/sekolah terdiri dari biaya untuk kegiatan belajar mengajar, gaji dan honorarium guru dan pegawai TU, alat tulis kantor, pemeliharaan dan rehabilitasi, serta lain-lain kegiatan.
Pada hakikatnya, administrasi pendidikan adalah anggaran/biaya pendidikan, bukan mengadministrasikan uangnya seperti yang dikelola oleh bank. Sebagai dasar hukum tata usaha keuangan negara tercantumdalam pasal 21 UUD 1945 tentang anggaran pendapatan dan belanja negara.
Biaya pendidikan dapat digunakan sebagai :
1. Alat untuk menganalisis apek finansial pendidikan (diagnosis)
2. Parameter untuk memproyeksikan gejala sistem pendidikan (prognosis)
3. Pendekatannya berbeda-beda sesuai dengan tujuannya.
Dalam bagian ini, biaya hanya dipandang sebagai alat analisis. Pembahasan pertama membahas analisis menyeluruh, untuk menentukan tempat pendidikan dalam konteks ekonomi nasional. Pembahasan kedua memebahas analisis terperinci biaya keseluruhan dan satuan menurut corak dan tingkatan pendidikan dan maksud pengeluaran.
B. Konsep penganggaran
Penganggarann merupakan kegiatan atau proses penyusunan anggaran (Budget). Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam satuan uang yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan lembaga dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu dalam anggaran tergambar kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oelh suatu lembaga.

C. Karakteristik dan fungsi anggaran
1. Karakteristik Anggaran
Anggaran pada dasarnya terdiri dari dua sisi, yaitu sisi penerimaan dan sisi pengeluaran. Sisi penerimaan atau perolehan biaya ditentukan oleh besarnya dana yang diterima oleh lembaga dari setiap sumber dana. Biasanya, dalam pembahasan pembiayaan pendidikan, sumber-sumber biaya itu dibedakan dalam tiap golongan, pemerintah, masyarakat, orang tua dan sumber-sumber lain.
Pengeluaran terdiri dari alokasi besarnya biaya pendidikan untuk setiap komponen yang harus dibiayai. Dari seluruh penerimaan biaya, sebagian dipergunakan untuk membiayai kegiatan administrasi, ketatausahaan, sarana dan prasarana pendidikan; dan sebagian diberikan kepada sekolah melalui beberapa saluran. Selain anggaran rutin terdapat aggaran proyek yang setiap tahun disalurkan oleh departemen , pendidikan dengan kebutuhan sekolah-sekolah. Anggaran rutin pemerintah pusat dibiayai seluruhnya dari penerimaan pajak, sedangkan anggaran proyek dibiayai oleh surplus anggaran rutin dan bantuan luar negeri atau pinjaman luar negeri.
2. Fungsi anggaran
Anggaran disamping sebagai alat untuk perencanaan dan pengendalian, juga merupakan alat bantu bagi manajemen dalam mengarahkan suatu lembaga menempatkan ordinasi dalam posisi yang kuat atau lemah. Oleh karena itu, anggaran juga dapat berfungsi sebagai tolak ukur keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Dan juga dapat dijadikanalat untuk mempengaruhi dan memotivasi pimpinan atu menejer dan karyawan untuk bertindak efisien dalam mencapai sasaran-sasaran lembaga.
D. Prinsip-prinsip dan prosedur penyusunan anggaran.
Apabila angggaran menghendaki fungsi sebagai alat dalam perencanaan maupun pengandalian, maka anggaran harus disusun berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Adanya pembagian wewenang dan tanggung jawab yang jelas dalam sistem manajemen dan organisasi.
2. Adanya sistem akuntansi yang memadai dalam melaksanakan anggaran.
3. Adanya penelitian dan analisis untuk menilai kinerja organisasi.
4. Adanya dukungan dari pelaksana mulai dari tingkat atas sampai yang paling bawah.

E. Metode-metode penetapan biaya pendidikan
1. Memperkirakan pengeluaran atas dasar keterangan yang diperoleh dari sumber-sumber pembiayaan.
• Pengeluaran menyeluruh
• Pengeluaran menurut jenis, tingkatan dan sifat.
2. Memperkirakan pengeluaran berdasarkan laporan lembaga-lembaga pendidikan.
3. Pemilihan unit-unit untuk penetapan biaya.
• Biaya per lulusan
• Biaya menurut tingkatan pendidikan yang dicapai.
• Biaya unit per anak didik
• Rata-rata biaya kehadiran sehari-hari.
• Biaya modal per tempat
• Biaya rata-rata per kelas
• Biaya berulang per rata-rata pendidik.

F. Konsep biaya pendidikan
Biaya dalam pendidikan meliputi biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran dan kegaitan belajar siswa berupa pembelian alat-alat pelajaran, sarana belajar, biaya transportasi, gaji guru, baik yang dikelurkan oleh pemerintah maupun siswa sendiri. Sedangkan biaya tidak langung berupa keuntungan yang hilang dalam bentuk biaya kesempatann yang hilang, dan yang dikorbankan oleh siswa selama belajar.
Anggaran biaya pendidikan terdiri dari dua sisi yang berkaitan satu sama lain, yaitu sisi anggaran penerimaan, dan anggaran pengeluaran untuk mencapai tujuan-tujuann pendidikan. Anggaran penerimaan adalah pendapatan yang diperoleh setiap tahun oleh sekolah dari berbagai sumber resmi dan diterima secara teratur. Sedangkan anggara dasar pengeluaran adalah sejumlah uang yang dibelannjakan setiap tahun untuk kepentingan pelaksanaan pendidikan disekolahh. pengeluaran sekolah dapat dikategorikan ke dalam beberapa item pengeluaran, yaitu :
1. Pengeluaran untuk pelaksanaan pelajaran
2. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah
3. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah
4. Kesejahtraan pegawai
5. Administrasi
6. Pembinaan teknis educative dan
7. Pendataan.

G. Mengukur Biaya Pendidikan
Konteks biaya pendidikan sifatnya lebih kompleks dari keuntungannya, karena komponen biaya terdiri dari lembaga jenis dan sifatnya. Biaya pendidikan bukan hanya berbentuk uang atau rupiah, tetapi juga dalam bentuk biaya kesempatan (opportunity cost). Biaya kesempatan ini sering disebut “income forgone”. income forgone yaitu potensi pendapatan bagi seorang siswa selama ia mengikuti pelajaran atau menyelesaikan studi.
Biaya pendidikan merupakan dasar empiris untuk memberikan gambaran karakteristik keuangan sekolah. Analisis efisisen keuangan sekolah dalam pemanfaatan sumber- sumber keuangan sekolah dan hasil sekolah dapat dilakukan dengan cara menganalisis biaya satuan per siswa. Biaya satuan per siswa adalah biaya rata-rata per siswa yang dihitung dari total pengeluarann sekolah dibagi seluruh siswa yang ada disekolah. Dengan mengetahui besarnya biaya satuan per siswa menurut jenjang dan jenis pendidikan berguna untuk menilai berbagai alternatif kebijakan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.
Didalam menentukan biaya satuan terdapat dua pendekatan, yaitu pendekatan makro dan pendekatan mikro. Pendekatan makro mendasarkan perhitungan pada keseluruhan jumlah pengeluaran pendidikan yang diterima dari berbagai sumber dana kemudian dibagi jumlah murid. Pendekatan mikro mendasarkan perhitungan biaya berdasarkan alokasi pengeluaran per komponen pendidikan yang di gunakan oleh murid.


Bab III
Kesimpulan
Administrasi anggaran /biaya sekolah atau pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanankan dan dilaksanakan/diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh, serta pembinaan secara continue, biaya operasional pendidikan semakin efektif dan efesien, demi membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Penganggarann merupakan kegiatan atau proses penyusunan anggaran (Budget). Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam satuan uang yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan lembaga dalam kurun waktu tertentu.
Anggaran disamping sebagai alat untuk perencanaan dan pengendalian, juga merupakan alat bantu bagi manajemen dalam mengarahkan suatu lembaga menempatkan ordinasi dalam posisi yang kuat atau lemah. Oleh karena itu, anggaran juga dapat berfungsi sebagai tolak ukur keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Dan juga dapat dijadikanalat untuk mempengaruhi dan memotivasi pimpinan atu menejer dan karyawan untuk bertindak efisien dalam mencapai sasaran-sasaran lembaga


Prinsip-prinsip anggaran:
 Adanya pembagian wewenang dan tanggung jawab yang jelas dalam sistem manajemen dan organisasi.
 Adanya sistem akuntansi yang memadai dalam melaksanakan anggaran.
 Adanya penelitian dan analisis untuk menilai kinerja organisasi.
 Adanya dukungan dari pelaksana mulai dari tingkat atas sampai yang paling bawah.
Metode-metode penetapan biaya pendidikan, meliputi :
 Memperkirakan pengeluaran atas dasar keterangan yang diperoleh dari sumber-sumber pembiayaan.
 Memperkirakan pengeluaran berdasarkan laporan lembaga-lembaga pendidikan.
 Pemilihan unit-unit untuk penetapan biaya


Daftar Pustaka

Fattah, Nanang. Dr. 2000. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Gunawan, Ary H. Drs. 2002. Administrasi Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta.
Hallak, J. 1985. Analisis Biaya dan Pengeluaran untuk Pendidikan. Jakarta : Bhratara Karya Aksara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar